Saturday, April 30, 2005

orang tua

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.Mengertilah,bersabarlah sedikit terhadap aku.Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku.Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap "mengapa" darimu.Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku.Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat.Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan.Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.

Sunday, April 17, 2005

bahasa hati

Bicara Dengan Bahasa Hati.

Tak ada musuh tak dapat ditaklukkan oleh cinta.
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari hati anda masing2.

Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula. Kesuksesan
bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak anda, namun
juga betapa lembut hati anda dalam menghentikan tangis seorang bayi
hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat.
Atau, membujuknya dengan berbagai gul-gula dan kata-kata manis.
Anda harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang
jauh di dalam dada anda.

Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikan pada keberhasilan
anda.

renungkanlah

1. Jika ada yg bertanya kpd kita,"Apakah yg paling dekat dgn diri kita didunia ini?"
Kita pasti akan menjawab : "orang tua, guru, teman, kaum kerabat, pacar,anak, istri dsb." Semua jawaban itu benar.
'Tetapi yg paling dekat dengan kita ialah MATI.
Sebab itu janji Allah bahwa setiap bernyawa pasti akan mati'(Surah Ali-Imran :185).

2. Jika ada yang bertanya kepada kita, "Apa yang paling besar di dunia ini ?"
Kita pasti akan menjawab : "Gunung, matahari, bumi, jagat raya, dsb"
"Semua jawaban itu benar".
Tapi yang paling besar adalah HAWA NAFSU,
'Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami dan mereka mempunyai mata tidak dipergunakannya untuk melihat dan mereka mempunyai telinga tidak dipergunakannya untuk mendengar .
Mereka itu sebagai binatang ternak bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.'
(Surah Al A'raf: 179).
Maka kita harus hati2 dgn nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.

3. Jika ada yang bertanya kepada kita, "Apa yang paling berat di dunia ini ?"
Kita pasti akan menjawab : "Besi, baja, gajah, traktor, truk container, dsb"
"Semua jawaban itu benar"
Tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72).
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tiada yg mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah(pemimpin) di muka bumi ini.
Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.

4. Jika ada yang bertanya kepada kita, "Apa yang paling ringan di dunia ini ?"
Kita pasti akan menjawab : "Kapas, angin, debu, daun-daun, dsb"
"Semua jawaban itu benar"
Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan sholat.