Waktu terus berjalan, tapi tidak pernah kembali
Suatu hari, seorang guru dan seorang pemuda sedang duduk di bawah pohon di tengah lapangan rumput. Kemudian si pemuda bertanya ...
Guru ... saya ingin bertanya bagaimana cara menemukan pasangan hidup ? Bisakah membantu saya?
Guru diam sesaat kemudian menjawab ..." Itu pertanyaan yang gampang - gampang susah "
Pemuda itu di buat bingung oleh jawaban gurunya
" Begini ... coba kamu lihat ke depan, banyak sekali rumput disana ... coba kamu berjalan kesana
tapi jangan berjalan mundur, tetap berjalan lurus ke depan, ketika berjalan coba kamu temukan sehelai rumput yang paling indah kemudian berikan kepada saya .. tapi hanya sehelai rumput "
Pemuda itu berjalan menyusuri padang rumput yang luas. Dalam perjalanan itu dia menemukan sehelai rumput yang indah namun tidak di ambilnya .. karena dia berfikir akan menemukan yang lebih
indah ... dan tanpa pemuda itu sadari, ia telah sampai di akhir padang rumput. Pada akhirnya dia
mengambil sehelai rumput yang paling indah yang ada .. kemudian kembali ke Gurunya
Ini Guru" Saya tidak melihat ada yang spesial pada rumput yang ada di tanganmu "
Dalam perjalanan saya menyusuri padang rumput tadi, saya menemukan beberapa helai rumput yang
indah, namun saya berfikir saya akan menemukan yang lebih indah dalam perjalanan saya. Tetapi
tanpa saya sadari saya telah berada di akhir padang rumput dan kemudian saya mengambil sehelai
rumput yang paling indah yang ada di akhir padang rumput itu karena Guru melarang saya untuk kembali
Guru menjawab dengan tersenyum " Itulah yang terjadi di kehidupan nyata "
* Rumput andaikan orang - orang yang ada di sekitarmu
* Rumput yang indah bagaikan orang yang menarik perhatianmu
* Padang rumput bagaikan waktu
" Dalam mencari pasangan hidup, jangan selalu membandingkan dan berharap bahwa ada yang lebih baik. Karena dengan melakukan itu ... kamu telah membuang buang waktu ... dan ingat Waktu Tidak Pernah Kembali "
Saturday, December 29, 2007
janji manismu
dunia ini penuh kepalsuan
mungkinkah tiada keikhlasan
apakah ini suatu pembalasan
ku sadar kebesaranMu Tuhan
aku bagai seorang
kembara jalanan
terombang-ambing di lautan gelora
ku cari kebahagiaan
dan untuk menopang kasih
mungkinkah suratan
hidup kan selalu sendirian
hati membeku mengingatkan
kata janji manismu
ku dilambung angan-angan
belaian kasih sayang suci darimu
kejamnya
lidah tidak berulang
ucapan cinta mengiris kalbu
ku kan pergi membawa diri
cinta di hati terkubur lagi
jika ku pahami mengapa terjadi
peristiwa pahit menggores hati
perjalanan hidup ini sudah tertulis
ku tempuhi dengan kesabaran
ku sadar kebesaranMu Tuhan
mungkinkah tiada keikhlasan
apakah ini suatu pembalasan
ku sadar kebesaranMu Tuhan
aku bagai seorang
kembara jalanan
terombang-ambing di lautan gelora
ku cari kebahagiaan
dan untuk menopang kasih
mungkinkah suratan
hidup kan selalu sendirian
hati membeku mengingatkan
kata janji manismu
ku dilambung angan-angan
belaian kasih sayang suci darimu
kejamnya
lidah tidak berulang
ucapan cinta mengiris kalbu
ku kan pergi membawa diri
cinta di hati terkubur lagi
jika ku pahami mengapa terjadi
peristiwa pahit menggores hati
perjalanan hidup ini sudah tertulis
ku tempuhi dengan kesabaran
ku sadar kebesaranMu Tuhan
Subscribe to:
Posts (Atom)