Friday, January 25, 2008

nasehat jiwaku...

Jiwaku berkata padaku dan menasihatiku
agar mencintai semua orang yang membenciku,

dan berteman dengan mereka yang memfitnahku.

Jiwaku menasihatiku dan mengungkapkan kepadaku
bahwa cinta tidak hanya menghargai orang yang mencintai,
tetapi juga orang yang dicintai.

Sejak saat itu bagiku cinta ibarat jaring lebah diantara dua bunga,
dekat satu sama lain, tapi kini dia menjadi satu lingkaran cahaya
di sekeliling matahari yang tiada berawal pun tiada berakhir,
melingkari semua yang ada, dan bertambah secara kekal.

Jiwaku menasihatiku dan mengajarku
agar melihat
kecantikan yang ada di sebalik bentuk dan warna.

Jiwaku memintaku untuk menatap semua yang buruk
dengan tabah sampai terlihat keindahannya.

Sesungguhnya sebelum jiwaku meminta dan menasihatiku,
aku melihat keindahan seperti titik api yang tergulung asap.
Tapi sekarang asap itu telah tersebar dan menghilang,
dan aku hanya melihat api yang membakar.

Jiwaku menasihatiku dan memintaku
untuk mendengar suara
yang keluar
bukan dari lidah maupun dari tenggorokan.

Sebelumnya aku hanya mendengar teriakan dan jeritan
di telingaku yang bodoh dan sia-sia.

Tapi sekrang aku belajar mendengar keheningan,
yang bergema dan melantunkan lagu dari zaman ke zaman.
Menyanyikan nada langit, dan menyingkap tabir rahasia keabadiaan..

Jiwaku mengatakan padaku dan mengundangku
untuk menghirup harum tumbuhan yang tak memiliki akar,
tangkai maupun bunga, dan yang tak pernah dilihat mata.

Sebelum jiwaku menasihati,
aku mencari bau harum dalam kebun-kebun,

dalam botol minyak wangi tumbuh-tumbuhan dan botol parfum
Tapi sekarang aku menyadari udara lebih harum
dari semua kebun-kebun di dunia ini

dan semua angin di angkasa raya.

Jiwaku menasihatiku dan memintaku
agar tidak merasa mulia karena pujian,

dan agar tidak disusahkan oleh ketakutan karena cacian.

Sekarang aku belajar, bahwa pohon berbunga
di musim semi dan berbuah di musim panas.
Dan menggugurkan daun-daunnya di musim gugur
untuk menjadi benar-benar telanjang di musim dingin,
tanpa merasa mulia dan tanpa ketakutan atau tanpa rasa malu.

Jiwaku menasihatiku dan mengingatkanku
untuk mengukur waktu dengan perkataan ini,
"Di sana ada hari semalam dan di sana ada hari esok".
Pada saat itu aku menganggap masa lampau sebuah zaman
yang lenyap dan akan dilupakan,
dan masa depan kuanggap suatu masa yang tak bisa kucapai.

"Bahwa dalam keseluruhan waktu masa kini yang singkat,
serta semua yang ada dalam waktu harus diraih"

Wednesday, January 23, 2008

apakah itu cinta..

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab.
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan.
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian.
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.

Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik,
akan memberi kesusahan untuk menguji kita.
Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya
bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan
di baliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti.
Namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia
mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang
lebih baik.

Mengapa menunggu?

Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan,
kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak
ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan
orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan
jati diri kita dalam proses pencarian itu.

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu.
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu.
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.

Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang
kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai,
ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat.

Karena hidup ini terlampau singkat untuk
dilewatkan bersama pilihan yang salah.
Karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia
dan misterius.

Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam
waktu semalam.
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari.
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan
bulan.
Cinta yang agung terus bertumbuh selama
kehidupan.

Kebanyakan hal yang indah dalam hidup
memerlukan waktu yang lama.
Dan penantian kita tidaklah sia-sia.

Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal:
iman, keberanian, dan pengharapan.
Namun penantian menjanjikan satu hal yang tidak
dapat seorangpun bayangkan.

Tuesday, January 22, 2008

tentang pacaran..

Pacaran itu
sesungguhnya adalah

keberuntungan yang menyita waktu.

Kamu ganti waktu berteman
menjadi
waktu berpacaran.

Kamu ganti waktu bermain
menjadi waktu
berpacaran.

Dan setelah berpacaran,
kamu
mendapatkan kebiasaan baru.

Kebiasaan yang menyenangkan...


Kamu bisa berbicara tentang bulan berduaan
Kamu bisa perduli bila hujan membasahi kekasihmu

Kamu bisa kawatir ketika pacar kamu telat pulang
Kamu bisa bernyanyi tentang keindahan hidup
Kamu bisa menjadi pujangga cinta sekelas para filsuf

Kamu bisa cemburu karena pacar diburu oleh pemburu cinta
Kamu bisa puas bila bertemu lalu bercanda bersama

Tapi, adakah kamu lupa....

Manusia itu bebas mencintai dan di cintai
Dan bila ketika kekasihmu tak mencintai kamu lagi....

Apa yang akan terjadi pada kamu ?

Apakah kamu menangisi ini hingga sepanjang tahun ?

Apakah kamu melarikan diri kedalam kegelapan ?

Apakah kamu bersembunyi di balik kamar
hingga keajaiban terjadi ?

Apakah kamu selalu bertanya di dalam hati
kenapa semua ini terjadi?

Atau kamu cermat dan tidak tergoyahkan menghadapi ini ?

Dan lalu kamu mencari kebiasaan yang baru
dan
membuang kebiasaan yang lama.

Dan lalu dengan sungguh mencari kekasih yang baru

Walau mulanya berat
namun masih saja
kita percaya ....

Pada akhirnya pacar terakhirlah
yang
terbaik dari semuanya.

Putus akibat cinta adalah kerelaan dalam berhubungan
bukan kemenangan atau
kekalahan...

Jadi cintailah semua orang yang ada
dan lalu
jangan mengharapkan apa apa.

Cinta yang mengharapkan timbal balik
adalah cinta monyet,
tapi cinta yang tidak
mengharapkan apa apa
adalah cinta sejati.


Jadilah pecinta sejati
sebab dari sanalah

kamu
akan mendapatkan arti cinta yang sesungguhnya.

LEBIH BAIK SENDIRI
UNTUK
MENYENANGKAN DIRI SENDIRI

DARIPADA MEMPUNYAI KEKASIH
YANG TIDAK BISA SALING MENYENANGKAN

Tuesday, January 01, 2008

doaku untuk 2008....

Tuhanku,
Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya.
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.
Wajah ganteng dan daya tarik fisik tidaklah penting.
Yang paling penting adalah sebuat hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau.

Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup,
sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.
Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas.
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehatiku ketika aku berbuat salah.
Seorang yang mencintaiku bukan karena kecantikan,kekayaan tetapi karena hatiku.
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika berada disebelahnya

Aku tidak meminta seorang yang sempurna,
Namun aku meminta seorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna dimataMU.
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta :
Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat pria itu bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU,
sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU,bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berikanlah cahanyaMu yang terang sehingga kebaikanku datang dariMU bukan dari luar diriku, sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya, aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.
Dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, aku akan tersenyum padanya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat
mengatakan "betapa besarnya Tuhan itu karena Engkau telah memberikan
kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna".

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat
dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kautentukan.